Cahaya Kehidupan

Yang Menerangi Pikiran, Jiwa dan Perasaan

PADIS

Published by Ismailovic under on Senin, Desember 15, 2008
Disekolah, aku termasuk Padis, lho. Sekarang nama padis diganti menjadi PKS. Padis adalah penjaga kedisiplinan sekolah, sedangkan PKS adalah Patroli Keamanan Sekolah.

Dari kelasku yang jadi PKS bukan cuma aku. Ada temanku yang lain yaitu: Bayu, Adib, Abror, Fian, Malik, Adhit, dan tentunya aku. Jika dihitung, PKS dari kelasku berjumlah tujuh orang.

Aku sangat senang jadi PKS karena di tim PKS anaknya tegas-tegas.

Selain dari kelasku, PKS itu ada banyak kelas lho. Kelas 5 ada. Dari kelas 3 ada. Dari kelas 4 putri juga ada.

Biasanya tim PKS dipanggil ke perpustakaan untuk membahas sesuatu. Jika semua anggota PKS berkumpul, jumlahnya sangat banyak.

Bisa saja seseorang dari tim PKS dikeluarkan karena sifatnya tidak baik dan malas. Tapi bisa juga seseorang yang bukan PKS menjadi PKS jika sifatnya baik, tegas dan kuat. Ada seorang anak di tim PKS yang kelas tiga yang pernah dikeluarkan, namun anak itu kembali jadi PKS karena dia mau mengubah kejelekannya itu. Dari kelasku belum ada yang dikeluarkan dan juga belum ada yang dimasukkan ke tim PKS.

Semoga aku tidak dikeluarkan dari tim PKS. Karena Ustadzku janji, suatu hari nanti tim PKS akan camping di sebuah gunung.

Bermain

Published by Ismailovic under on Minggu, Desember 14, 2008
Tadi pagi, aku bermain bersama teman-temanku. Aku bermain dengan Aldi dan Raju. Raju adalah saudaranya Aldi.

Pertama-tama aku dan mereka pergi ke pasar pagi untuk beli binder. Aku ikut saja sambil bawa uang yang diberi Umi kemarin. Tapi aku tak membeli binder. Aku beli batagor.

Setelah itu kami main bola. Karena Aldi asyik bermain yoyo, akupun bermain bolanya dengan Raju saja. Meski memakai bola karet , aku dan Raju bermain sangat seru. Puas main bola, aku dan temanku bermain boy-boyan. Sekarang ini baru mainnya dengan perempuan. Permainan ini sudah tak memakai bola lagi. Tapi memakai banyak sandal untuk ditumpuk. Permainan ini sangat seru.

Saat semuanya sudah capek karena lari-lari, akhirnya permainan ini selesai. Aku pun ke rumah Aldi untuk main mobil-mobilan.

Ke Sekolah

Published by Ismailovic under on Sabtu, Desember 13, 2008
Tadi pagi, aku dijemput temanku, Abror untuk ke sekolah. Aku kaget, karena belum mandi. Aku belum mandi karena tahu waktu dimulainya kegiatan disekolah masih lama.

Aku pun menuruh temanku itu untuk masuk ke rumah, untuk menunggu sebentar. Namun Abror memilih menunggu di luar saja. Mungkin dia malu masuk rumahku.

Aku pun bergegas mengambil handuk dan langsung masuk ke kamar mandi. Setelah mandi, kusiapkan baju dan buku. Aku minta uang Rp.25.000,00 untuk bayar olimpiade IPA. Aku ke sekolah karena ada pembinaan bagi peserta olimpiade IPA setiap hari Sabtu.

Dari kelasku yang dikirim jadi pesertanya, aku belum tahu. Mungkin yang dikirim itu adalah peserta dari sekolah yaitu Aku, Imad, Abror, dan juga Hanif. Tapi bisa juga disaring lagi dan diambil yang paling baik.

Karena sudah bayar Rp.25.000,00 segala fasilitas telah disediakan. Diantaranya jajan, pensil 2B, penghapus, buku tulis dll.

Hari pertama pembinaan ini hanya diisi dengan belajar cara mengisi lembar komputer dan juga pemberian fasilitas seperti pensil, penghapus, jajan dan buku. Katanya ustadz, setelah lolos babak penyisihan se - Sidoarjo, akan ke babak semifinal se -Jawa Timur di Surabaya. Lalu baru finalnya di tingkat se-Indonesia.

Kehujanan 2

Published by Ismailovic under on Jumat, Desember 12, 2008
Saat pulang dari sekolah sambil naik sepeda, turun hujan yang tidak terlalu deras. Aku pulang bersama temanku yang menaiki sepeda juga. Meski hujan, aku tidak membawa jas hujan, karena jasnya cuma ada satu dan itupun milik adikku. Sebetulnya sih aku sudah minta dibelikan, tapi tidak dibelikan-belikan.

Karena itu aku jadi kehujanan. Temanku juga. Dari pohon lebat ke pohon lebat lainnya, aku dan temanku berteduh. Ketika di perempatan MCG, aku dan Fadhil belok kanan. Sedang temanku yang lainnya tetap lurus.

Saat itu aku mendengar suara memanggilku. Ternyata itu Adit. Dia tidak ikut pulang bersama-sama tadi. Di depanku dan Fadhil, ada sebuah terop berdiri di depan sebuah rumah. Ya sudah, aku dan Fadhil berteduh disitu sejenak agar tak kehujanan. Lalu perjalananpun dilanjutkan.

Waktu sampai diperempatan MCG tahap 2, aku dan fadhil berpencar jadi sendiri-sendiri. Rumahku sudah kelihatan. Berarti sudah mau sampai. Setelah masuk pintu dan mengucapkan salam , aku disuruh abiku mandi.

Kartu Quarter

Published by Ismailovic under on Kamis, Desember 11, 2008
Sekarang dikelaskusedang jamannya main kartu quarter. Banyak temanku yang punya kartunya. Yang pertama mempopulerkan permainan ini adalah temanku, Imad. Temanku saja beli kartunya di Imad juga.

Di Imad, harga kartunya per bungkus/per set itu harganya Rp.5000,00 sedangkan di sebuah toko yang dekatnya matahari, harganya cuma Rp. 4000,00, kata temanku.

Karena belum punya, aku ingin beli. Tapi nanti uang sisa lebaranku yang ada di abi berkurang dong ? Lagi pula aku bermain dengan siapa ya? Abiku kalau di rumah tidur terus, sedangkan kakakku di pondok. Oleh karena itu aku tak jadi beli. Lagi pula, setiap hari jika aku ke sekolah, aku sering main dengan temanku yang punya kartu quarter itu.

Abi sudah tahu cara bermain kartu quarter, tapi kakak tidak tahu kartu quarter itu apa. Cara mainnya adalah menebak pasangan kartu yang kita miliki ke teman-teman kita. Pesertanya hanya dua sampai empat orang. Aku dan temanku bermain kartu ini dengan seru dan sportif.

Meskipun kartu quater itu sering dimainkan , tapi kartu itu tidak mengganggu pembelajaran di sekolah.

Dalam permainan ini kita harus mengingat-ingat kartu yang didapatkan teman kita. Jadi kartu ini sangat bagus untuk belajar mengingat dengan waktu singkat sambil bermain. Yang menang dalam permainan ini adalah orang yang berhasil mengumpulkan kelompok paling banyak.

Berqurban

Published by Ismailovic under on Rabu, Desember 10, 2008
Tadi di sekolahku telah berlangsung penyembelihan hewan kurban. Diantara hewan qurban yang ada, ada satu ekor sapi. Sapinya cuma satu karena beli sapi itu harganya mahal sekali lho. Temanku sekelas, Dylan, menyumbang seekor kambing. Karena sapinya mahal, sapi yang ada di sekolahku adalah hasil urunan atau infaq dari wali murid yang ada di sekolahku.

Disekolahku aku tidak menyumbang apapun tapi berinfak untuk urunan membeli hewan kurban. Meski tidak menyumbang di sekolah, orang tuaku menyumbang seekor kambing di masjid dekat rumah.

Tak lama kemudian setelah aku ngobrol bareng temanku ada satu kambing yang akan disembelih. Katanya murid-murid lain, kambing itu disembelih duluan karena sakit. Entah sakitnya apa.

Aku dan temanku segera menuju tempat penyembelihan dan melihat kambingnya disembelih. Saat melihatnya, aku merasa tidak tega kambing itu disembelih lehernya dengan pisau yang sangat tajam. Benar-benar sadis, bukan? Bagaimana kalau manusia yang disembelih? Pasti rasanya sangat tidak terbayangkan sakitnya.

Tapi memang begini yang dianjurkan Alloh lewat kisah Nabi Ibrahim yang akan menyembelih anaknya, Nabi Ismail. Saat akan disembelih, tiba-tiba yang disembelih itu malah seekor domba dan Nabi Ismail pun tergantikan oleh domba itu.

Kakakku Ke Rumah

Published by Ismailovic under on Senin, Desember 08, 2008
Kemarin, ketika aku hendak tidur siang , tiba-tiba ada yang mengetuk dari balik pintu kamarku. Si pengetuk pintu pun langsung memasuki kamarku dan ternyata dia adalah kakakku yang baru saja datang dari pondok. Aku sangat senang dan aku pun tak jadi tidur siang.

Kakakku membawakan oleh-oleh untukku dan adikku berupa jajan "Richese" atau wafer keju nabati. Aku sangat suka, karena bergizi kejunya. Rasanya juga sangat enak. Karena lagi di kamar, aku tidak langsung memakannya. Karena makan di kamar bisa tumpah-tumpah dan banyak semutnya deh. Selain itu kakak juga membawa sebuah roti coklat yang tinggal separo. Aku dan adikku yang menghabiskannya.

Tak lama kemudian, suara azan bergemuruh tanda sholat ashar akan dimulai. Aku dan kakak ingin ke masjid, tapi keadaan di luar rumah sedang hujan. Ya sudah abi menyuruhku sholat di rumah aja secara berjamaah dengan kakak dan adikku.

Abi tidak ikut sholat berjamaah, karena ia akan mandi sore. Setelah sholat aku, kakak dan abi nonton TV bersama. Ada pertandingan bola di sana. Kakakku senang sekali karena akhirnya bisa nonton TV. Soalnya di pondok kakakku jarang nonton TV.

Hujan-hujanan

Published by Ismailovic under on Minggu, Desember 07, 2008
Tadi siang ada hujan yang sangat deras. Saat itu terpikirkan olehku hujan-hujanan. Sebetulnya aku ragu menyatakan ini pada abi. Ya sudah, aku bilang begini saja, "Bi, hujan kayak gini mantapnya hujan-hujanan, ya Bi?". Lalu abiku langsung berkata,"Kamu mau hujan-hujanan?". Setelah itu ya langsung ku jawab," Iya Bi".

Ternyata abi mengijinkanku hujan-hujanan. Adikku yang mendengar pembicaraanku dengan abi juga langsung minta hujan-hujanan, tapi tidak dibolehkan oleh abiku karena dia sedang sakit.

Setelah membuka pagar aku segera menyerbu keluar.

Karna belum pernah hujan-hujanan, aku sangat gembira ria. Baru pertama kali ini aku diijinkan untuk hujan-hujanan. Aku lari-lari melewati becek-becek dengan cepat sekali. Pak Edi tetangga depan rumah juga lari-lari di tengah hujan seperti aku.

Saat itu aku melihat Mas Ilham akan keluar dengan motornya dan pakai jas hujan. Setelah pergi agak lama, ia pulang ke rumahnya dan ikut bergabung denganku main hujan. Aku juga melihat abi keluar, menyusulku main hujan-hujanan.

Karena tak ada yang bisa dilakukan aku pun hujan-hujanan sambil sepedaan dengan cepat. Setelah kedinginan aku pun mandi dan mengakhiri hujan-hujanan ini.