Cahaya Kehidupan

Yang Menerangi Pikiran, Jiwa dan Perasaan

Pelaksanaan Jalasah Ruhiyah 3

Published by Ismailovic under on Sabtu, April 16, 2011
Hari Jum'at-Sabtu kemarin, baru saja aku melaksanakan acara Jalasah Ruhiyah 3 disekolahku. Alhamdulillah semua siswa siswi kelas 6 hadir mengikuti acara ini, Meski ada temanku yang sedang sakit pada kakinya.
Acara diawali dengan membaca al-Qur'an satu juz (untuk mengganti puasa) dan evaluasi try out sampai simulasi UASBN. Acara dilanjutkan dengan mandi sore. Oh, iya! aku lupa bilang kalau acara ini dimulai sejak jam 1 siang, ketika kegiatan pembelajaran selesai, acara langsung dimulai tanpa pulang terlebih dahulu.
Setelah bersih diri, waktunya membaca al-Ma'tsurat sore, dan dilanjutkan sholat maghrib.

Nah, ini dia yang ditunggu-tunggu, makan malam!!, aku dan teman-teman sudah merasa lapar karena belum makansejak siang tadi. Meski agak lama menunggu makanan yang dipesan, akhirnya datang juga. Menu makan malamnya adalah nasi goreng, salah satu kesukaanku, temanku pun banyak yang suka. Malam itu sangat nikmat, makan nasi goreng ditemani es jeruk manis yang enak, teman-teman ku pun makan dengan lahapnya.
Ketika perut sedang kenyang-kenyangnya, terdengar adzan isya' menggema. Kami pun mengambil air wudhu dan segera masuk ke perpustakaan yang memang sudah biasa jadi tempat sholat dan berlangsugnya acara lain.

Sehabis sholat, kamipun masuk ke materi pertama yang mendatangkan seorang trainer hebat yang sudah terkenal dikotaku. Namanya adalah ustad Rio. trainer itu benar-benar selain hebat, tapi juga lucu, beliau mengajar dengan gerakan -gerakan dan game-game yang seru. Ada satu game yang sangat seru dan susah, diberi sebatang pensil, kemudian teman memegang dan kita akan mematahkan pensil tersebut dengan satu jari telunjuk saja, pasti yang engkau katakan pertama dibenakmu adalah betapa susahnya membelah pensil dengan satu jari, 'bukan!?. Tapi beliau mengajarkan kepada kami tentang keyakinan akan kita pasti bisa, dan dengan keyakinan itu kita harus mempunyai harapan dan cita-cita yang tinggi. Memang, sih.., sakit, sampai banyak yang tangannya merah keungu-unguan. Tapi akhirnya, ada beberapa temanku yang bisa melakukannya. Tapi ada juga yang belum bisa termasuk aku.

Jarum jam menunjuk kearah jam sepuluh malam. waktunya untuk tidur. Yang Putra tidur di lantai tiga sementara putri dilantai dua. karena ustadzku tahu kalau anak kelas 6 putra suka begadang, dibuatlah peraturan: yang belum tidur dalam kurun waktu setengah jam, dihukum lari 6x putaran. Meski begitu, masih saja rame ketika lampu sudah dimatikan. ada teman yang kecewa seraya berkata" Woi!!, diam!, ojo' rame!"Ketika ustadz ku datang mengecek siapa yang belum tidur, teman-temanku pura-pura tidur, wah..wah ..wah..pintar sekali, ya!.

Masih belum puas tidurnya, kami sudah dibangunkan ustadz ketika jam masih menunjukkan jam setengah 3 pagi. Kamipun mencuci muka sekalian mengambil air wudhu karena kami akan melaksanakan sholat malam. Dengan diimami oleh ustazd Udin, kami pun memulai sholat malam sebelas rokaat tersebut.

Dilanjutkan dengan materi tentang Nikmat Allah yang tiada tara dan cara mensyukuri nikmat tersebut. Dinarasumberi oleh ustadz dari sekolahku sendiri, yaitu ustadz Syamsul. Beliau menceritakan kisahnya yang mengalami kecelakaan dan otot sekitar lututnya ada yang putus. Beliau menjalani perawatan beberapa bulan dan hampir tidak terdengar lagi namanya di SDIT Insan Kamil. Tapi sekarang sudah mulai masuk dan sudah bisa jalan tanpa tongkat. Beliau adalah seorang guru olahraga yag cukup populer disekolahku. Ustadzku tersebut menceritakan, ketika dokter mengatakan tidak boleh main bola dan olahraga berat lainnya, beliau merasa shock karena harus meninggalkan olahraga yang sangat disukainya. Tapi, yang ustadzku itu ajarkan adalah betapa harus bersyukurnya kita yang memiliki anggota tubuh lengkap yanpa sedikitpun cacat. Ustdzku yang tertimpa musibah itu pun masih bersyukur karena masih bisa menggunakan kedua kakinya untuk jalan. Oleh karena itu kita harus bersyukur atas nikmat Allah yang tiada taranya ini.

Tidak terasa sudah memasuki waktu subuh. kamipun sholat berjama'ah dan kemudian baca al-Ma'tsurat pagi.
Hari menjelang pagi, aku pun ingat kalau nanti aku dan teman sekelasku, Rijal akan menghadapi Olimpiade Sains Kuark tahap semifinal. Jadi, aku akan pulang lebih awal untuk persiapan dan berangkat Olimpiade. Tapi itu masih nanti, sekarang baru jam 5 pagi dan waktunya senam pagi menyegarkan tubuh. Lalu, melanjutkan game yang tadi malam yaitu membuat pesawat dari kertas. Kemudian ada tempat sasarannya. Barangsiapa yang pesawatnya tepat sasaran, mendapat bintang prestasi sesuai daerah sasaran yang ditabrak. Ketika aku menerbangkan pesawatku, mengenai garis paling luar dari sasaran tersebut dan hanya mendapat 3 bintang prestasi. Pagi ini gamenya masih menggunakan pesawat dan sasaran. Yang jadi sasaran sekarang adalah tong sampah. Dari jarak tertentu, pesawat dilemparkan, yang pesawatnya bisa masuk tong sampah, dapat 15 bintang prestasi. Dari 6 putra, ada temanku yaitu Adib. Pertamanya aku tidak yaki akan kemampuan pesawatku yang ketika latihan selalu berbelok dan tidak bisa lurus. Ketika mencoba ditempat sesungguhnya dengan harapan yang sedikit itu, pesawatku terbang lurus dan mencium mulut tong sampah tersebut, berputar dan masuk, aku kaget ternyata pesawatku mampu. aku pun mendapat 15 bintang prestasi tersebut, Alhamdulillah.!!

Kulihat jam, ternyata sudah jam setengah tujuh, akupun minta izin pulang untuk persiapan olimpiade(mandi). Tidak dengan temanku, Rijal, dia tidak pulang, melainkan mandi disekolah. Dengan sedikit menyesal, aku pulang lebih awal di acara JR ini untuk membela nama SDIT Insan Kamil yang kubanggakan. Seketika, menyesalku pun hilang dan aku pun dengan tenangnya, ...Go Home!

0 komentar:

Posting Komentar