Cahaya Kehidupan

Yang Menerangi Pikiran, Jiwa dan Perasaan

Gerak Jalan

Published by Ismailovic under on Rabu, Agustus 04, 2010
Untuk merayakan ulang tahun Indonesia yang sebentar lagi, diadakanlah lomba gerak jalan se-Kabupaten Sidoarjo. Sekolahkupun mengikuti lomba ini. Alhamdulillah, aku mendapat kesempatan untuk menjadi salah satu wakil dari SDIT Insan Kamildalam lomba ini. Teman-temanku yang PKS pun juga diikutkan semua. ditambah beberapa yang bukan PKS. Lomba pun berlangsung tadi siang sekitar jam satu. Sebelum berangkat kesana, kami breefing, sholat dan makan. Setelah sudah siap, kami diantar naik mobil ke GOR Sidoarjo. Dari situ kami berjalan sedikit menuju Taman Pinang. Kami pun segera berbaris. Tiba saatnya giliran kami maju di garis start. Ketika juri menyerukan "Majuu, jalan!!", perjalanan sejauh 8 kilo pun dimulai. Karena baru berangkat, kita masih semangat. Meski begitu, karena terlalu lambat, kami sering disalip peserta yang lain. Sudah beberapa kali kami disalip. Tapi kami tetap sabar. Meski ada gerak jalan, rute yang dilewati banyak yang macet, kenapa tidak ditutup saja jalannya!?. Tapi, Alhamdulillah kami masih bisa lewat. Dalam gerak jalan ini, dilarang berhenti, jika ada yang tali sepatunya lepas, komandan akan memerintahkan jalan di tempat, lalu, orang yang talinya lepas membenarkan sepatunya, jika sudah beres, komandan memerintahkan maju jalan lagi. Tak terasa, waktu sholat ashar sudah tiba, Disebelah kanan jalan ada masjid, kami pun berhenti disitu untuk sholat dulu. Peserta yang lain tetap saja jalan, itulah bedanya Insan Kamil dengan sekolah lain. Kemenangan di lomba ini akan percuma jika kita melupakan Allah, kami tetap melaksanakan ibadah yang wajib, jika kita kalah dilomba ini, kami menang dihadapan Allah. Kami pun mengambil air wudhu, lalu sholat ashar. Lalu, dibalik masjid, kami minum dan makan semangka. Kenapa harus dibalik masjid?, karena sebetulnya peraturannya tidak boleh makan kecuali tidak ketahuan. Ketika kami enak makan, tim Insan Kamil yang putri pun datang. Setelah makan, kami melanjutkan perjalanan. Karena habis sholat, kami kesalip banyak peserta, jadinya kami adalah peserta SD terakhir. Ustadku menyuruh supaya langkahnya dilebarkan lagi supaya lebih cepat. Beda dengan yang tadi, sekarang kami lebih cepat. Sampai -sampai, peserta yang kedua terakhir terkejar. Namun, hanya terkejar, bukan disalip. Tak terasa kami sudah kembali ke Taman Pinang, itu berarti kami sudah mendekati garis finish. Karena sudah mau selesai, semangat pun membara lagi. Otomatis, gerakan kami jadi bagus lagi seperti kami baru melewati garis start. Ketika sudah melewati garis finish, kami langsung mengucap "Allahu Akbar!!" dan barisan langsung bubar seketika. Kamipun duduk sambil meluruskan kaki. Akhirnya, perjalanan melelahkan telah usai. Setelah istirahat, kami kembali ke GOR Sidoarjo. Disana, aku melihat abiku telah menunggu. Aku pun segera mengambil tas. Kemudian aku diberi nasi bungkus dan SULE (SUsu kedeLE) oleh ustadzahku. Setelah itu, aku pun go home....

0 komentar:

Posting Komentar